“Sesungguh Allah tdk merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yg ada pada diri mereka sendiri ” إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Berapa biaya kuliah di singapura

Singapura merupakan salah satu negara jujukan pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah. Berapa sih biaya kuliah di sana? Kuota mahasiswa asing yang terbuka cukup luas di Singapura adalah di kampus swasta. Sedangkan untuk kampus negeri, kuota terbanyak masih untuk penduduk setempat.

Di antara kampus swasta yang jadi rujukan pelajar Indonesia adalah Management Development Institute of Singapore (MDIS). Saat ini, di MDIS ada sekitar 200 mahasiswa dari Indonesia.

Senior Manager Communication MDIS Amy Sim menuturkan, institusinya tidak berorientasi bisnis atau menghasilkan uang.
Rata-rata biaya kuliah di MDIS adalah Rp 100 juta per tahun. Biaya itu hampir sama dengan biaya kuliah di kampus-kampus swasta papan atas di Jakarta. "Kita juga siapkan asrama untuk mahasiswa," katanya.

Biaya sewa asrama di kampus ini sekitar 500 dolar Singapura sampai 800 dolar Singapura per bulan. Sebagai catatan, saat ini kurs 1 dolar Singapura sama dengan sekitar Rp 9.500. Biaya sewa asrama kampus itu juga hampir sama dengan tarif indekos di luar kampus.

Amy mengatakan, biaya kos di luar kampus sekitar 500 dolar Singapura sampai 2.000 dolar Singapura, tergantung dari fasilitas dan daerahnya. Sementara untuk biaya hidup, tergantung pada keseharian mahasiswanya.

Yang perlu dicatat saat kuliah di Singapura adalah kehadiran di ruang kuliah. Otoritas imigrasi Singapura bakal menolak perpanjangan visa belajar jika keaktifan kuliahnya kurang dari 90 persen. Visa pelajar diurus setiap tahun dan otoritas imigrasi Singapura meminta keterangan dari kampus masing-masing. (wan/fal)

Inilah kenapa susah untuk mengingat mimpi

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya mimpi. Dan banyak diantaranya setelah bangun dari mimpi lupa dengan mimpinya. Meskipun berusaha keras untuk mengingatnya, tetapi seakan mimpi itu lenyap begitu saja. Peneliti dari Prancis menerbitkan sebuah jurnal dengan hasil mereka yang mudah mengingat mimpi biasanya sering terjaga selama tidur dibanding mereka yang tak bisa mengingat mimpinya. Otak para pengingat mimpi juga lebih reaktif terhadap rangsangan suara ketika tidur dan lebih mudah terjaga. Hal ini menjelaskan mengapa mereka yang mudah mengingat mimpi biasanya lebih reaktif terhadap stimulus lingkungan, lebih sering bangun tidur, dan lebih baik dalam mengkodifikasi mimpi ke dalam ingatan dibanding mereka yang tak bisa mengingat mimpi.