“Sesungguh Allah tdk merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yg ada pada diri mereka sendiri ” إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Mendekatlah


Mendekatlah kepada Tuhanmu...jika engkau ingin Tuhan dekat denganmu  

Tidak semua keinginan kita terkabul...itu bukan karena Tuhan membenci kita... 
tapi 
Tuhan Maha  mengetahui..Tuhan akan memberikan apa yang engkau butuhkan...

Jejaring sosial buatan anak bangsa


                                    
SalingSapa.com


                                                                     Facebook.com


Siapa yang tak kenal Facebook? Situs jejaring sosial buatan Mark Elliot Zuckerberg telah mendunia. Nah, sekarang di Indonesia juga sudah ada jejaring sosial buatan anak bangsa. Hebatnya yang menciptakannya bocah berusia belasan tahun.

Muhamad Yahya Harlan (13) adalah nama si pencipta situs ala Facebook ini. SalingSapa.com adalah nama situs yang diciptakan siswa kelas 7A (1 SMP) Sekolah Alam Bandung ini.

Awalnya, Yahya, tergerak ingin membuat jejaring sosial yang hampir sama dengan FB namun berbahasa Indonesia. Dan hanya dalam kurun waktu satu bulan, terciptalah Salingsapa.com. Dalam waktu cukup singkat tersebut, Yahya membuat situs jejaring sosialnya penuh fitur yang agak jauh berbeda dengan FB.

“Awalnya saya lihat di news, ada orang Indonesia yang buat semacam FB dengan bahasa Indonesia. Terus saya pikir, saya juga bisa buat yang sama dan lebih bagus lagi,” kata Yahya, saat ditemui di sekolahnya di Dago Atas, Kamis (10/2/2011).

Anak sulung dari pasangan Yan Harlan (45) dan Fidriana (37) ini pun mulai mengotak-atik komputernya untuk merancang fitur-fitur di jejaring sosial yang akan dibuatnya tersebut. Dibantu sang ayah yang juga hobi komputer, Yahya meminta ide-ide fitur yang akan dibuatnya.

Karya siswa yang menyukai mata pelajaran IPA ini ternyata mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Jumat (11/2/2011) sore ini, ia menjadi satu dari 3 siswa SMP yang akan menyampaikan presentasinya di hadapan dosen dan mahasiswa ITB.

Menurut Fidriana, anaknya diminta memaparkan hasil karyanya selama 20 menit dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Yahya meski ini pertama kalinya ia harus tampil di depan umum terlebih di hadapan dosen dan mahasiswa. Ia percaya anaknya mampu karena jejaring sosial tersebut murni hasil karya Yahya meski ada bantuan ide dari sang ayah.

Fidriana juga menuturkan, minat Yahya pada komputer sudah terlihat sejak usia tiga tahun. Saat itu, ia mengotak-atik komputer milik sang ayah. Karena minatnya yang besar, Yahya pun ikut beberapa les komputer termasuk ikut les di Komlab ITB yang pesertanya kebanyakan mahasiswa.

“Dia selalu ingin mempelajari yang baru tentang komputer, makanya saat ikut les, ia ikut beberapa paket pelatihan yang pesertanya mahasiswa semua,” kata Fidriana ditemui di kediamannya di Awi Ligar, Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Bagitu tahu anak sulungnya menciptakan jejaring sosial, ia dan suaminya hanya mendukung dan mengarahkan bahwa karyanya tersebut akan lebih bagus bila bermanfaat bagi banyak orang.

“Karena itu, Salingsapa ini diniatkan untuk dakwah dan kebaikan. Harapan kami, dengan jejaring sosial ciptaan Yahya ini juga sebagai ladang amal,” kata Fidriana yang tetap memantau Yahya agar tetap bisa mengatur waktu antara belajar dan mengurus jejaring sosialnya tersebut. Kita harus bangga dengan jejaring sosial buatan anak bangsa ini...

sumber : http://www.tribunnews.com

Cara membungkus kado

Pada setiap acara perayaan tidak pernah lepas adanya kado. Cara membungkus kado juga bermacam-macam. Berikut tips membungkus kado yang bisa dijadikan sebagai referensi anda :
Bahan:

* Satu lembar kertas kado
* Gunting, double tape, pita

Cara membuat:

1. Lipat sekitar 2cm bagian bawah keatas



2. Rekatkan double tape pada lipatan



3. Lipat kertas menjadi dua bagian sama besar, rekatkan



4. Untuk alas, lipat bagian bawah kertas ke arah dalam (sesuaikan besarnya dengan hadiah yang anda masukkan)



5. Buka kembali lipatan dan bentuk sesuai gambar



6. Lipat bagian bawah dan atas kertas ke arah garis tengah, lebihkan beberapa cm, rekatkan



7. Masukkan hadiah ke dalam kertas kado



8. Lipat bagian atas kertas, lalu gunting kedua ujungnya, sisakan bagian tengah



9. Bentuk lipatan yang tersisa membentuk kerah kemeja, rekatkan



10. Gunting miring kedua sisinya, rekatkan dengan double tape



11. Tempelkan pita sesuai keinginan anda




Cara membungkus kado akan terasa mudah bila anda mengikuti tips membungkus kado diatas.. Selamat mencoba..
Sumber: Tabloid Mom & Kiddie

Cara membuat tulisan berkedip-kedip

Cara membuat tulisan berkedip-kedip bukanlah suatu hal yang susah.
Yang harus anda lakukan adalah
1. Login ke blogger
2. Pilih Tata Letak kemudian Tambah Gadget
3. Pilih HTML/JavaScript
4. Masukan kode-kode berikut 
    <blink><b>بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ</b></blink>

Maka akan muncul tulisan arab seperti dibawah ini


                                              بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

5. Sedang untuk yang kita sisipkan link kodenya seperti ini

<blink><a href="http://www.dunia-wanitaindonesia.blogspot.com/">
<b>بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ</b></a></blink>

6. Kita dapat menganti tulisan yang nampak (بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ), dengan berbagai keinginan kita. Dan link http://www.dunia-wanitaindonesia.blogspot.com/ dengan URL yang kita tuju.

7. Simpan kalu sudah selesai.
8. Silahkan meninggalkan pesan bila ada yang kurang jelas.

Pendapat Tokoh Islam tentang MLM

Pendapat para Ulama dan Tokoh Islam tentang bisnis MLM
(Dikutip dari Warta CMS April 2002)

DAWAM RAHARJO, tokoh Islam dari Muhammadiyah yang juga dikenal sebagai Pembina Sosial Ekonomi DPP Muhammadiyah mengemukakan, dalam Islam sistem pemasaran MLM tidak haram hukumnya. Bahkan sistem pemasaran bisnis MLM cukup bagus dan adil.
Catatan Redaksi INFO APLI: Tulisan ini, merupakan hasil wawancara Bapak DAWAM RAHARDJO dengan majalah Hebat & Sejahtera, yang diterbitkan pada edisi Oktober tahun 2000. Walaupun wawancara sudah berlangsung cukup lama (Oktober 2000), namun hemat kami tulisan ini masih cukup punya relevansi sehubungan dengan adanya isu haram/halal terhadap bisnis MLM yang sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini, bahwa yang diharamkan adalah bisnis jenis money game/piramida.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat dijadikan bahan masukan bagi anda selaku pelaku bisnis MLM. Terima kasih.

Bagaimana Anda memandang bisnis Multi Level Marketing (MLM)?
Saya kira itu merupakan pendekatan baru dalam bidang marketing yang melibatkan konsumen langsung dengan insentif. Dan pembagian keuntungan didesentralisasi dan tidak terpusat.

Apa itu menguntungkan bagi konsumen?
Dalam pandangan Islam, apakah cara pemasaran seperti itu baik?
Bagus saja, karena konsumen akan mengenal dan mempunyai hubungan langsung dengan komoditinya. Jadi tidak ada pemalsuan, (karena) konsumen bisa mengecek langsung. Kalau tidak, mereka 'kan nggak mau melakukan sistem pemasaran ini. Dan juga (dengan sistem ini) sekaligus membentuk hubungan sosial dan mempereratnya.

Tapi ada yang menyebut MLM sebagai bisnis orang Yahudi
Ah, tidak juga. Jangan langsung dihubungkan dengan orang Yahudi dan sebagainya. Itu nggak ada hubungannya, hanya mencari-cari saja.

Bagaimana dengan teknik pemasarannya, karena MLM mempunyai cara tersendiri memanfaatkan konsumen untuk ikut menjual?
Asal orang yang bersangkutan mau, nggak apa-apa. 'Kan tidak ada paksaan.

Apakah sistem pemasaran MLM tidak haram hukumnya dalam Islam?
Kalau menurut saya nggak.

Pemasaran MLM 'kan dilakukan secara berjenjang. Nah, sering kali level yang paling bawah hanya sebagai sapi perah saja. Apakah dalam Islam hal ini tidak melanggar?
Itu tergantung. Dalam Islam, syaratnya sukarela. Jadi harus terjadi perjanjian bersifat sukarela, itu disebut dalam Al Qur'an. Jadi yang penting kesukarelaan itu, bukan besarnya uang yang ditarik.

Bagaimana kalau dalam praktiknya ada yang dirugikan?
Kalau dirugikan itu namanya mengingkari janji. Jadi harus sesuai dengan perjanjian. Islam berpegang pada perjanjian. Perjanjian secara sukarela, Muamalat. Dan itu harus tertulis.

Mengejar kekayaan sebanyak-banyaknya biasa ditanamkan dikalangan MLM. Mereka dimotivasi untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Nah itu bagaimana?
Kalau dagang memang begitu, mencari keuntungan. Itu nggak apa-apa. Asal dilakukan secara tidak melanggar hukum, secara syariah.

Bukankah itu berarti tidak mensyukuri nikmat?
Ya, nggak dong. Tapi memang mungkin saja bahwa multi level marketing itu excessive. Menimbulkan ekses-ekses itu mungkin saja.

Bisnis yang melanggar agama seperti apa?
Seperti misalnya, tidak menepati janji, tidak menepati kesepakatan, atau memeras. Tapi saya melihat misalnya ada penjualan obat, kosmetik. Obat dan kosmetik itu bagus sekali dan berhasil menjaring konsumen yang banyak.

Apakah yang Anda maksud harga produk seimbang dengan mutunya?
Iya,… malahan seringkali ada potongan-potongan. Kalau anggota, harganya lebih murah. Tapi tidak demikian kalau dijual kepada konsumen yang bukan anggota.

Tapi keuntungan itu dan potongan-potongan itu ‘kan dibagi-bagikan ke tiap jenjang itu.
Apakah sistem pemasaran MLM cukup adil?

Cukup bagus dan adil juga. Karena berbagai pihak bisa memperoleh manfaat.

APA KATA TOKOH -TOKOH ISLAM tentang Bisnis MLM ?

1. Prof.Dr.H.M. DIN SAMSYUDDIN.
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan:
“Yang haram, MONEY GAME”.
“MLM haram jika tidak menjual produk”
.
2. BISMAR SIREGAR, SH.
Pengawas Kode Etik APLI, mengatakan:
“Islam tidak mudah mengatakan haram”.
“Tanyalah Hati Nurani!”.

3. DR. JALALUDIN RAHMAT.
Cendikiawan Muslim,mengatakan:
“MLM Tidak HARAM”
“Kalau uang sebagai komoditi, itu yang haram”.

Tiga sifat manusia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan – Nabi Muhammad SAW

Perbedaan MLM sejati dan MLM palsu


  1. Perusahaan yang mengadakan bisnis itu biasanya mengatakan bahwa bisnisnya adalah bisnis MLM. Penggunaan istilah MLM oleh perusahaan money game biasanya adalah karena mereka tidak ingin bisnis orang jadi malas bergabung jika mereka terang-terangan menyebut nama money game.
    Karena itu mereka biasanya menyebut dirinya MLM, walaupun nama mereka tidak tercantum dalam APLI (APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia, sebuah asosiasi yang salah satu fungsinya adalah menyaring mana perusahaan yang betul-betul berbisnis penjualan langsung, entah itu dengan menggunakan sistem MLM atau tidak).
    Kalau nama mereka tercantum dalam APLI, pastilah mereka merupakan Perusahaan MLM yang sejati. Itulah sebabnya, kadang-kadang perusahaan money game seperti itu disebut perusahaan money game yang berkedok MLM.
  2. Anda akan diminta membayar sejumlah dana yang cukup besar hanya untuk mendaftar saja. Jumlahnya bervariasi, tapi minimal biasanya sekitar Rp 400 ribuan. Jumlah itu sebetulnya bisa dianggap cukup besar, mengingat bisnis MLM yang sejati biasanya hanya meminta biaya pendaftaran yang besarnya biasanya tidak sampai Rp 150 ribuan (itu pun tidak termasuk produk). 
  3.  Rendahnya biaya pendaftaran pada perusahaan MLM adalah agar semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bergabung. Sedangkan pada perusahaan money game, tingginya biaya pendaftaran yang diminta adalah karena mereka harus membayar bonus penghasilan bagi orang-orang di atas Anda yang sudah lebih dulu bergabung.
  4. Pada Perusahaan MLM sejati, biaya pendaftaran biasanya harus bisa dijangkau, karena bonus penghasilan yang akan dibayarkan hanya akan dibebankan pada produk yang terjual saja, bukan dari biaya pendaftaran.
  5. Bisnis money game biasanya tidak memiliki produk untuk dijual kepada konsumen. Padahal ini sebetulnya merupakan faktor kunci dari sebuah bisnis MLM yang sejati. Karena itulah, agar bisa terlihat sebagai sebuah MLM, beberapa perusahaan money game biasanya lalu membuat produk untuk bisa dijual. Namun seringkali yang ada adalah bahwa produk yang dijual tersebut memiliki kualitas dan mutu yang biasa-biasa saja kalau tidak mau disebut asal-asalan.
    Pada Perusahaan MLM, harus ada produk yang dijual (entah itu berupa barang atau jasa), dan produk tersebut haruslah memiliki kualitas yang cukup baik agar bisa bersaing di pasar. Faktor produk ini sebetulnya juga merupakan faktor kunci dari sebuah perusahaan untuk bisa disebut sebagai sebuah MLM atau tidak. Kalau bisnis yang ditawarkan kepada Anda tersebut tidak memiliki produk, atau mutu produknya asal-asalan saja, jangan sebut itu sebagai bisnis MLM. Itu jelas money game.
  6. Bisnis money game seringkali hanya menguntungkan orang orang yang pertama bergabung. Sedangkan orang-orang yang bergabung belakangan seringkali cuma ketiban pulung, entah itu perusahaannya bangkrut, lari atau ditutup, atau karena orang yang bergabung belakangan seringkali tidak bisa memiliki penghasilan yang lebih besar daripada orang yang bergabung lebih dulu.
    Itulah sebabnya bisnis seperti ini juga disebut bisnis piramid. Kalau di Perusahaan MLM sejati, walaupun Anda bergabung belakangan, Anda bisa punya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada orang-orang di atas Anda yang sudah bergabung lebih dahulu.
Sekarang tinggal keputusan Anda apakah akan bergabung dengan bisnis money game yang ditawarkan kepada Anda atau tidak. Mau ikut pun tidak apa-apa karena di Indonesia belum ada undang-undang yang mengatur tentang bisnis seperti itu. Hanya saja, risiko harus Anda tanggung sendiri. (Dikutip dari Tabloid NOVA No 735/XIII )