“Sesungguh Allah tdk merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yg ada pada diri mereka sendiri ” إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Apa bedanya affiliate dengan MLM

Hallo sahabat online...
Baru-baru ini banyak sekali orang menjalankan bisnis secara online. Banyak juga yang bertanya tentang apa itu MLM. Apa itu reseller. Bahkan ada yang tidak tahu juga keduanya. Pada postingan sebelumnya pernah dibahas tentang apa itu MLM ( Multi level Marketing ) dan bagaimana pendapat tokoh Islam mengenai bisnis MLM.
Tapi kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang perbedaan dari MLM dan reseller. Jadi sahabat online bisa membedakan dan bisa memilih bisnis MLM atau reseller.
MLM atau Multi level Marketing dan reseller merupakan salah satu bisnis yang sama-sama menjual  produk dari suatu perusahaan. Baik itu produk kecantikan, produk kesehatan, maupun produk yang lain. Dari jasa menjualkan produk inilah anda akan mendapatkan suatu keuntungan langsung.

Reseller atau affiliat marketing merupakan bisnis yang apabila seseorang/member ( affiliate marketer ) menjual barang/jasa dari merchant ( pemilik produk/jasa ) maka member tersebut akan mendapatkan komisi atau bonus.
Sedangkan MLM ( Multi Level Marketing ) merupakan bisnis dengan sistem penjualan secara langsung ( direct selling ). Biasanya perusahaan menggunakan membernya untuk menyalurkan produk mereka. Dan member tersebut akan mendapatkan komisi atau bonus.

MLM maupun Affiliat marketing sama - sama menjual produk dan sama - sama mendapatkan komisi atau bonus. Kemudian apa bedanya ? bukankah sama-sama mendapatkan kentungan ?

Coba anda perhatikan contoh dibawah ini :
1. Bisnis Affiliate atau reseller
    Bisnis ini merupakan bisnis yang terputus. Tidak ada sistem kaki / jaringan. Jadi produk / jasa yang dijual hanya dia sendiri yang menikmati komisi / bonus. Orang yang merekrut sebelumnya tidak mendapatkan komisi / bonus. Yang memperoleh keuntungan adalah pemilik produk dan penjual ( affiliate / reseller )
Misalkan.
A memiliki produk yang dipasarkan dengan reseller / affiliate melalui media promosi. B ( pembeli ) mengetahui produknya si A, karena tertarik akhirnya membeli produknya A.
B berhasil mengajak orang lain untuk membeli produk yang sama, misalkan si C. Maka B akan mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan dari program affiliasi A.
Karena produknya bagus, maka si C menjualkan produk A ke si D. Maka si C akan mendapatkan komisi dari A. Sedangkan B sebagai reseller pertama tidak mendapatkan apa-apa. Artinya komisi ini terputus pada satu jenjang saja.

2. MLM ( Multi Level Marketing )
    Sesuai dengan namanya, multilevel marketing, yang intinya kurang lebih penjualan banyak level atau tingkat. Bisnis ini lebih banyak memberikan penghargaan atas jerih payah seseorang yang berhasil menjual barang atau jasa. Komisi yang diberikan atas penjualan barang atau jasa sampai ke beberapa jenjang atau level.

Saya pikir akan mudah dipahami jika saya jelaskan melalui contoh ya.. :-)
Begini contohnya :
Perusahaan X adalah sebuah perusahaan MLM atau Multi Level Marketing yang memiliki produk barang/jasa. Melalui sebuah iklan, si A mengenal produk dari perusahaan X tersebut, dan akhirnya si A berminat membelinya dan menjadi member dari program MLM dari perusahaan X.

Sebagai member dari program MLM, si A berkesempatan untuk mempromosikan dan mengajak teman-temannya untuk membeli produk atau bergabung dengan perusahaan X. Akhirnya, si B tertarik dan bergabung, maka si A menapatkan komisi atas bergabungnya si B pada perusahaan X, selain itu bila si B order, maka orderan itu juga masuk dalam omset si A. Jenis dan jumlah komisi ini berbeda-beda pada setiap perusahaan. 

Nah, di sini Anda akan melihat perbedaannya antara Affiliate dengan MLM.
Jika si B berhasil mengajak temannya, misalnya si C, bergabung menjadi member MLM perusahaan X, makan si B mendapat komisi, dan si A sebagai orang pertama juga akan memdapat komisi... 
Beda, bukan??
Jenjang atau level komisi pada masing-masing perusahaan berbeda, tapi yang jelas lebih dari 1 (satu) level. Namanya aja multi... hehe
Ya, demikian penjelasan saya tentang perbedaan MLM dengan Affiliate, semoga bisa menambah 'sedikit' pemahaman tentang kedua bisnis ini ya... 


Selanjutnya, saya jadi teringat pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang".
Nah, setelah saya 'kenalkan' kedua bisnis; MLM dan Affiliate, mungkin salah satunya ada yang Anda 'sayang'? Pilih MLM atau Affiliate, itu hak Anda ya... hehe


Obat galau


1.   Berhentilah   untuk   menyalahkan   diri   sendiri
karena   hanya   akan   membuat   perasaan   jadi
semakin down. Berpikirlah kalau ini merupakan sebuah
ujian dari Tuhan karena Tuhan sayang
sama   diri   kita   dan  Tuhan   mau   menaikkan   derajat
kita   di   hadapan   orang   lain   dengan   ujian
tersebut. Dengan begitu kita akan lebih percaya diri setelah
ujian itu berhasil dilewati, karena
ujian yang diberikanNya tidaklah diluar kemampuan hambaNya.

2.   Hadapi   dengan   senyuman,   berpikir   positif,   dan
tenang   dalam   menyelesaikannya.   Dengan
begitu, perasaan akan lebh terasa relax dan sadar bahwa
masalah yang dihadapi gak’ seberat yang
dibayangkan.

3. Selalu aja merasa beruntung, agar bisa terus bersyukur atas semua nikmat dari Tuhan.

4. Lakukan kegiatan positif dan berguna, lalu nikmatilah semua itu.

5. Dengarkan lagu-lagu yang disukai.

6. Kumpul bersama teman-teman, kerabat, keluarga, lalu sharing dan curhat ke mereka.
Tetapi jangan   sampai   salah   pilih   orang,   karena   bisa
makin’  runyam   ntar   masalahnya.   Bukannya
nyelesain’ tapi malah nambah, capek deh…

7. Hadapi yang akan terjadi, bukan malah
menghindari dan takut. Jangan pernah berpikir untuk
lari dari masalah. Masalah yang ada bukan untuk dihindari,
tetapi untuk diselesaikan. Semakin
dihindari, maka ia akan makin membesar.
Menghadapi tidak selalu berdampak negatif, malah
kebanyakannya berdampak positif.
Justru menghindar akan makin membuat pribadi kalah dan
merusak diri dari segi mental.

8. Perbanyak beribadah. Meminta pertolongan dan petunjuk kepadaNya,
dan temukan kedamaian ketika telah melakukan ibadah
dan meminta solusi langsung kepada Sang Maha Esa.

Sumber : http://www.distrodocs.com

Mengenal 3 jenis motivasi

MEMOTIVASI ORANG LAIN bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu:

(1) Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

(2) Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

(3) Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.

Tips dicintai orang lain

Kadang kita suka bertanya, kok bisa ya si ini banyak yang suka, atau si itu selalu disukai sama orang-orang? Gampang kok! Kalau ingin disukai atau dicintai, terlebih dulu harus mencintai dirimu sendiri.

Kok bisa? Ya, karena dengan mencintai diri sendiri, kita akan merasa bahagia dan memancarkan energi/aura positif yang dapat ditangkap oleh orang-orang yang berada disekitar kita, membuat mereka nyaman dan senang berada disekeliling kita.

Tapi ingat mencintai diri sendirinya juga jangan sampai berlebihan macam tokoh sue Sylvester di serial Glee itu ya.. Nah, kamu bisa coba tips berikut ini:

1. Saat menghadapi masalah, coba untuk tetap berfikiran positif. Akan sulit mencari solusi yang baik dan tepat kalau kamu kamu masih terbebani dengan fikiran negatif.

2. Membuat satu kesalahan? jangan panik dan menganggap diri gagal. Belajar dari kesalahan yang dibuat lalu tunjukan bahwa kita bisa lakukan lebih baik.

3. Mulai merasa terlalu sibuk? luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu suka itu efeknya menyenangkan lho.. walaupun cuma sebentar, tetap harus punya waktu untuk menyenangkan dirisendiri.

4. Jangan paksa diri untuk melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan cita-cita atau mimpimu. Kamu tidak akan bisa maksimal melakukannya, tetap fokus pada mimpimu dan raihlah cita-citamu.

5. Jadilah diri sendiri, kembangkan bakat dan kemampuan kita dan perbaiki kekurangan yang kita miliki dengan cara yang positif. Siap menerima kritik yang sifatnya membangun.

Seorang pemimpin

Ada banyak cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan atau misi dari organisasinya. Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya.

Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:

1. Mengenali emosi diri
2. Mengelola emosi diri sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Mengenali emosi orang lain
5. Mengelola emosi orang lain
6. Memotivasi orang lain


1. Mengenali emosi diri
Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

2. Mengelola emosi diri sendiri
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.


3. Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional ・menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati ・adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.


4. Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Stephen Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.


5. Mengelola emosi orang lain
Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.


6. Memotivasi orang lain
Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.

Memaksimalkan ruang tamu yang sempit

Jangan berkecil hati jika ukuran ruang tamu atau keluarga tak luas. Ruang seperti itu masih bisa ditata dengan manis. Tentunya dengan sedikit perencanaan sebelum menjadikan ruang tamu tersebut tampil elegan. Biasanya, ruang tamu dan ruang keluarga terletak berdampingan. Kondisi ini bisa memberi keuntungan dalam menciptakan sebuah ruangan yang lebih luas juga. Untuk itu, kedua ruang ini bisa disatukan.


Menyatukan dua ruang artinya penyatuan dua fungsi ruang yang berbeda. Namun oleh karena ruang tamu dan ruang keluarga sama-sama bertipe ruang duduk, maka hal itu akan lebih mudah dilakukan. Lantas bagaimana jika ada tamu? Tamu dapat saja diterima di teras, atau jika tamu ini sudah akrab dengan kita, tamu bisa langsung diterima di ruang keluarga.

Yang menjadi penting ketika kita memutuskan untuk menyatukan ruang keluarga dan ruang tamu adalah isian furnitur ruangnya. Sebagai pengisi ruang, tentu pada ruang itu wajib ada furnitur duduk (sofa dan kursi), meja tamu atau coffee table. Selebihnya bisa ditambahkan meja televisi, meja samping sebagai tempat meletakkan aksesori, dan tata cahaya untuk menciptakan dramatisasi ruang.

Semprotan nyamuk dan spray parfum


Tips menggunakan semprot nyamuk


  • Semprotan nyamuk tetap aman. Untuk menjaga kesehatan, jangan masuk kamar yang disemprot sebelum 1 jam agar kita tidak menghirup racun.
  • Jauhkan kaleng penyemprot nyamuk dari api atau daerah panas.
  • Sebaiknya tidak buang sampah kaleng bekas semprotan nyamuk ke tempat sampah kecuali dikosongkan total.
Tips menggunakan spray parfum

  • Usahakan tidak membawa minyak wangi semprot dalam kaleng yang memakai tekanan gas kedalam pesawat, Sebab dikhawatirkan jika tekanan tidak normal, bisa meledak di pesawat.
  • Jauhkan  kaleng spray minyak wangi dari api atau daerah panas.  
Tips menggunakan kompor gas agar aman

  • Sebaiknya pisahkan kompor gas dan tabung gas. Buat tabung gas di balik tembok dan buat lubang di tembok.
  • Sebaiknya dapur brhubungan langsung dengan ruang luar agar sirkulasi udara lancar
  • Jika ada yang luka bakar langsung siramlah dengan air mengalir (air kran) selama 10 - 20 menit sambil menunggu ke UGD